Dari Dedikasi Tulus Masrukhin ke Visi Emas H. Syamsul Ma’arif : Siap Mendorong Prestasi Belajar Siswa

Pendidikan61 Dilihat
banner 468x60

Pisah sambut di hadiri oleh Dr. Muhajir, kepala Kemenag Jombang

Jombang, 15 Desember 2025. Suasana Yayasan Pondok Pesantren Kepuhdoko Tembelang terasa cerah dan khidmat, namun sarat dengan energi harapan yang baru di tengah hiruk pikuk kota santri, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9 Jombang. Siang itu, nampak ada kegiatan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah. Ini adalah ritual estafet kepemimpinan, sebuah penanda babak baru yang didasarkan pada tradisi keilmuan dan semangat pengabdian.

banner 336x280

 

 

Apel pagi perdana dengan H.Syamsul Ma’arif, Kepala MAN 9 Jombang dengan seluruh siswa-siswi dan BPK ibu guru beserta para staff

Bapak Masrukhin, M.Pd.I, Kepala Plh (Pelaksana Harian) yang telah menakhodai MAN 9 Jombang selama satu setengah tahun terakhir (Juni 2023 – Desember 2025) dengan penuh dedikasi, menyerahkan tongkat komando kepada Bapak H. Syamsul Ma’arif, M.Pd. Acara ini bukan hanya disaksikan oleh keluarga besar madrasah, melainkan juga disaksikan oleh pilar-pilar pendidikan di Jombang dan keluarga MAN Insan Cendekia Pasuruan.

Kehadiran sosok-sosok penting seperti Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko, KH. Mustain Hasan; Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Bapak Dr. H. Muhajir, S.Pd, M.Ag; serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Jombang, Bapak Nur Khozin, menegaskan bahwa MAN 9 Jombang bukanlah unit yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari ekosistem pendidikan Islam yang lebih besar.

Jejak Pengabdian dan Panggilan Kontinuitas

Dalam sambutan resminya, Bapak Dr. H. Muhajir, Kepala Kemenag Jombang, memancarkan apresiasi yang tulus, menggarisbawahi jasa Masrukhin yang telah bekerja keras di masa transisi.

“Bapak Masrukhin telah menorehkan jejak pengabdian yang luar biasa. Beliau adalah pemimpin yang mau turun tangan, yang memastikan kapal ini tetap berlayar dalam kondisi apa pun. Mutasi dan rotasi ini, Bapak Ibu sekalian, bukan akhir dari pengabdian, melainkan bagian dari kesinambungan kepemimpinan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” ujar Bapak Muhajir, suaranya menghangatkan suasana.

Beliau juga menitipkan pesan emas kepada Bapak H. Syamsul Ma’arif: madrasah ini harus terus berkolaborasi. Pondok pesantren adalah akar spiritual, dan seluruh stakeholder adalah daun dan ranting yang harus dijaga untuk menjadikan MAN 9 Jombang sebagai lembaga pendidikan unggulan. Pesan ini menyiratkan bahwa kemajuan sejati madrasah selalu berada di persimpangan antara ilmu umum dan spiritualitas.

Masrukin (Plt. Kepsek lama) memberikan estafet kepemimpinan kepada H. Syamsul Ma’arif ( Kepsek baru)

Komitmen Sang Nakhoda Baru

Menerima amanah besar tersebut, Bapak H. Syamsul Ma’arif, M.Pd., menyampaikan pidato perdananya yang sarat dengan kesyukuran dan tekad. Wajahnya memancarkan optimisme seorang pemimpin yang siap menghadapi tantangan.

“Amanah ini adalah tugas suci. Kami akan bekerja keras, meminta bimbingan dan dukunganya baik dari Bapak Kepala Kemenag dan Bapak Kasi Pendma, serta yang terpenting, dukungan penuh dari Pengasuh dan seluruh bapakibu guru beserta Staff Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko,” kata Bapak Syamsul, menata harapannya di atas fondasi spiritual.

Target yang ia canangkan begitu gamblang, namun menyentuh inti pendidikan madrasah: “Target kami jelas, menjadikan MAN 9 Jombang sebagai madrasah yang semakin berprestasi, mencapai keunggulan akademik dan non-akademik sekaligus madrasah yang berakhlakul karimah. Kebaikan amal jariyah seklalu ditegakan madrasah ini bersifat abadi. Jadikan setiap tetes keringat yang tumpah, setiap senyum yang kita berikan pada siswa, sebagai investasi akhirat yang tak ternilai harganya. Hilangkan sekat-sekat perbedaan; kita adalah satu tim yang mengemban misi suci mencerdaskan anak bangsa. Mari kita bekerja dengan hati yang tulus, tanpa mengharap pujian manusia. Saat kita kompak bergerak, ikhlas beramal, energi positif akan merambat, mengubah setiap sudut madrasah menjadi ladang keberkahan,” demikian pesan yang mengalir dari suasana Sertijab.

Keikhlasan dalam mendidik adalah mantra yang membuat MAN 9 Jombang tak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga manusia berakhlak mulia. Kekuatan utama madrasah adalah guru yang mengajar dengan cinta. adalah ajakan untuk merangkul filosofi kerja kompak dan ikhlas beramal dengan kurikulum berbasis cinta. Di tengah dinamika pendidikan yang serba cepat, integritas tim adalah kunci sebagai utama motor pengerak.

Pergantian kepemimpinan ini dirayakan oleh seluruh warga madrasah, yang melihatnya sebagai suntikan energi baru. Harapan ini diungkapkan oleh Bapak Ihsan, Wakil Kepala Kesiswaan. “Kami, keluarga besar MAN 9 Jombang, sangat mengapresiasi hadirnya Bapak Syamsul sebagai kepala definitif. Besar harapan kami, beliau bisa melanjutkan program-program pendidikan MAN 9 Jombang dengan lebih baik. Selamat datang, Bapak Syamsul, dan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Masrukhin atas pengabdian beliau selama 1,5 tahun ini,” tutur Bapak Ihsan, mewakili suara hati guru dan staf.

Apel Pagi, Kekuatan dalam Keikhlasan Beramal

Rabu 17 Desember 2025, Usai Pembiasaan kegiatan siswa sholat dhuha berjamaah, seluruh guru dan staf, berkumpul di lapangan MAN 9 dalam rangka menyambut kepemimpinan yang baru.

Semua setelah semua berkumpul, Pak H Syamsul selaku Kepala MAN 9 Jombang memberikan beberapa pengantar terkait adanya perubahan pucuk pimpinan baru” Anak-anakku yang kami banggakan, kalian adalah masa depan madrasah ini, masa depan Jombang, dan masa depan bangsa. Bapak dan Ibu guru telah berjanji untuk bekerja lebih kompak dan ikhlas demi kalian. Kini, giliran kalian menjawab janji itu dengan semangat belajar yang membara! Jangan pernah menganggap sekolah sebagai beban, melainkan gerbang menuju kehidupan yang kalian impikan. Carilah ilmu seperti mencari harta karun. gali lebih dalam, temukan permata yang tersembunyi. Kegagalan hari ini adalah bahan bakar untuk kesuksesan besok. Ingatlah, bahwa kesempatan adalah milik mereka yang gigih. Jadilah pribadi yang tidak hanya pintar, tetapi juga santun. Ambillah teladan dari para pendahulu, dengarkan nasihat guru dan orang tua, karena ridha Allah terletak pada ikhtiar kalian dalam menuntut ilmu. Wujudkan cita-cita madrasah: berprestasi dan berakhlak karimah!”

Acara Apel pagi tersebut ditutup dengan lantunan doa bersama. Momen ini bukan hanya tentang pergantian nama di papan jabatan, tetapi tentang pergantian musim, yang diharapkan membawa kemajuan, inovasi, dan keberkahan yang lebih melimpah di MAN 9 Jombang. Bapak Masrukhin telah menunaikan tugasnya dengan baik, dan kini, Bapak H. Syamsul Ma’arif siap melanjutkan warisan itu, membawa madrasah ini melangkah lebih tinggi, dengan kekompakan guru, keikhlasan beramal, dan semangat belajar siswa sebagai modal utamanya. (DIANA)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *