Jejak Ilmu Menyapa Yaman: Haul Ke-70 Syekh Musthafa Husein dan Milad Ke-113 Musthafawiyah

Berita99 Dilihat
banner 468x60

Bayt Hasan Soum, Tarim – Suasana penuh khidmat mewarnai peringatan haul Syekh Musthafa Husein Nasution ke-70 sekaligus Milad Pondok Pesantren Musthafawiyah ke-113, yang digelar oleh Keluarga Abiturien Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman pada Senin (15/12).

banner 336x280

Acara dibuka dengan lantunan maulid Simthuddurar yang menggema di aula, diikuti pembacaan takhtim dan doa bersama yang membuat seluruh hadirin hanyut dalam suasana spiritual. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah pembacaan biografi Syekh Musthafa Husein, yang memaparkan perjalanan hidup dan jasa-jasa beliau dalam dunia pendidikan islam.

Syekh Musthafa Husein Nasution adalah pendiri Pondok Pesantren Musthafawiyah, yang terletak di Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Lebih dari satu abad sejak didirikan, pesantren tersebut telah melahirkan ribuan cendekiawan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Mandailing Natal dan sekitar. Khusus tahun ini, jumlah santri yang tercatat sebagai pelajar aktif di pesantren tersebut mencapai 14.000 santri. Ini merupakan bukti nyata bahwa jejak keilmuan beliau masih tetap hidup meski sosoknya telah lama kembali ke pangkuan Ilahi.

Peringatan haul dan milad ini bukan sekadar rutinitas semata — acara ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan sosok Syekh Musthafa Husein kepada pelajar Indonesia di Yaman, sehingga nilai-nilai spiritual dan keilmuan yang beliau wariskan dapat terus hidup, diikuti, dan diteladani.

“Tujuan diselenggarakan haul ini untuk memperkenalkan guru kita, Syekh Musthafa Husein kepada teman-teman dari pesantren lain, agar kepribadiannya menjadi iktibar dan dapat diteladani oleh orang banyak”. Ungkap Ketua KAMUS Yaman, Irsandi Haikal saat memberikan keterangan.

Turut hadir dalam peringatan ini Kabid Bahasa Arab Universitas Al-Ahgaff, Dr. Abdullah Husein Al-Aydrus, Inspektur Asrama Universitas Al-Ahgaff, Sayyid Muhammad Hasan Al-Aydrus, serta para dosen lainnya dan para pelajar perwakilan dari berbagai pesantren. Kehadiran mereka menambah kehangatan suasana, terutama saat sesi makan dan foto bersama sebagai penutup acara.

Di sela-sela perbincangan yang penuh kehangatan antara Ketua KAMUS Yaman dan salah satu ulama Tarim, Habib Salim bin Smith, beliau dengan penuh kepedulian menanyakan kabar terkini bencana yang melanda Sumatera. Perbincangan itu pun berujung pada doa yang dipanjatkan dengan tulus — sebagai ungkapan empati dan harapan agar para korban diberi ketabahan serta keselamatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan ukhuwah antara KAMUS Yaman dan para alumni pesantren lainnya, sekaligus pengingat bagi seluruh peserta terkhusus anggota KAMUS Yaman untuk senantiasa meneladani kepribadian shahibul haul.

Oleh: M. Ghani Nasution (divisi media KAMUS Yaman)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *