Musik Menyatukan, Karya Menguatkan: Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki Gelar Virtual Music Festival

Berita96 Dilihat
banner 468x60

Turki, 24 Agustus 2025, Mitrajustice.id – Departemen Budaya, Minat dan Bakat (BMB) PerPI Turki sukses menggelar PPI Turki Virtual Music Festival 2025 pada 23–24 Agustus 2025 melalui Zoom Meeting. Festival ini hadir dengan tema “Nada untuk Asa” dan “Berkarya Tanpa Batas”, menghadirkan rangkaian Virtual Charity Concert dan Virtual Workshop Musik yang interaktif serta penuh inspirasi.

banner 336x280

Latar Belakang Kegiatan: Musik Sebagai Ruang yang Perlu Diwadahi

Departemen BMB PPI Turki menyadari bahwa minat terhadap musik di kalangan mahasiswa Indonesia di Turki mungkin bukanlah yang terbesar. Namun, minat itu tetap perlu diberi wadah agar tidak tenggelam dan tetap bisa berkembang. Selama ini, ruang untuk menyalurkan bakat musik terbilang minim, sehingga festival ini menjadi langkah awal membuka jalan bagi kegiatan-kegiatan serupa di masa depan.

Pemilihan format virtual juga memiliki alasan tersendiri. Sebagai kegiatan perdana dengan konsep ini, Virtual Music Festival diharapkan menjadi pintu pembuka untuk menciptakan lebih banyak ruang eksplorasi minat dan bakat mahasiswa, termasuk kemungkinan mengadakan festival serupa secara langsung (offline) di kemudian hari.

Virtual Charity Concert: Nada untuk Asa

Agenda pertama berlangsung pada 23 Agustus 2025 melalui Virtual Charity Concert “Nada untuk Asa”. Sejumlah musisi mahasiswa turut ambil bagian, di antaranya:

Amy Arcella – Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara

Akhdan Mumtaz – Mahasiswa Kastamonu Üniversitesi

Rizvan Tarigan – Mahasiswa Sivas Cumhuriyet Üniversitesi

Penampilan live-delay dari Sabry Prayudi dan Arecca Ansamble (penggiat musik dari Pekanbaru, Riau)

Salah satu momen yang paling berkesan datang dari Akhdan Mumtaz, yang membawakan lagu khusus untuk ayahnya. Sang ayah, yang ikut menyaksikan dari Indonesia, menjadi saksi bagaimana musik bisa menjadi jembatan emosional yang menyentuh hati. Akdhan berpesan agar setiap orang berani terus berkarya dan berterima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung dalam perjalanan bermusik.

Konser ini juga menggalang donasi yang hasilnya akan disalurkan melalui program Mentari di Turki (MDT) 2025. Program pengabdian masyarakat ini akan berlangsung September mendatang di Kastamonu, dengan agenda membersihkan lingkungan, menjalin interaksi budaya, serta berbagi inspirasi bersama warga desa setempat.

Workshop Musik: Berkarya Tanpa Batas

Pada 24 Agustus 2025, festival berlanjut dengan Virtual Workshop Musik “Berkarya Tanpa Batas: Musik dan Ekspresi Diri di Tengah Dunia Global”, menghadirkan narasumber Dandes Surya, mahasiswa S3 di Ankara Müzik ve Güzel Sanatlar Üniversitesi.

Dandes dikenal bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga akademisi dengan segudang pengalaman di dunia musik. Ia aktif meningkatkan potensi dan minat musik di lingkungan mahasiswa Indonesia di Turki, khususnya melalui PPI Ankara. Kehadirannya membuat workshop ini relevan sekaligus inspiratif.

Dalam sesi yang dibawakan secara santai, Dandes menekankan bahwa musik adalah sarana sederhana namun kuat untuk mengekspresikan diri. Pesan yang disampaikan terasa relatable bagi peserta, bahkan mereka yang tidak terlalu mendalami dunia musik sekalipun. Diskusi berjalan hangat, membuka perspektif bahwa ekspresi diri dan eksplorasi bakat dapat dilakukan di berbagai bidang, bukan hanya musik.

Suasana, Testimoni dan Antusiasme Peserta

Meski peserta festival tidak terlalu banyak, suasana tetap terasa semarak dan kondusif. Interaksi dalam konser maupun workshop menunjukkan bahwa musik mampu menyatukan mereka yang memiliki minat serupa.

Seorang peserta workshop mengungkapkan:

“Rasanya senang sekali bisa ikut acara ini. Walaupun sederhana, tapi terasa dekat dan menyenangkan. Saya jadi percaya bahwa musik memang bisa menyatukan.”

Testimoni lain menekankan harapan agar kegiatan semacam ini bisa berlanjut, bahkan dilakukan secara offline agar semakin banyak mahasiswa dapat merasakan energi positif dari musik.

Harmoni Kebaikan dan Harapan ke Depan

Festival ini ditutup dengan slogan “Musik menyatukan, Karya menguatkan. Mari bersama dalam Harmoni Kebaikan.” Dengan semangat itu, PPI Turki tidak hanya menghadirkan ruang musik, tetapi juga menghidupkan nilai kepedulian sosial melalui donasi dan program pengabdian masyarakat.

Ketua Departemen BMB PPI Turki, Depri Ardi Saputra, menegaskan visi kegiatan ini:

“Ini adalah upaya Departemen Budaya, Minat, dan Bakat untuk membawa visi besar PPI Turki ‘Berdaya Berkarya’. Setiap orang berhak memiliki wadah eksplorasi diri untuk terus berkarya agar mereka bisa merasakan kepuasan dalam setiap minat, salah satunya musik. PPI Turki hadir untuk mewujudkan hal tersebut.”

Departemen BMB PPI Turki berharap, kegiatan ini menjadi awal bagi terbentuknya wadah baru yang lebih luas untuk berbagai minat dan bakat mahasiswa Indonesia, bukan hanya musik. Harapannya, semua mahasiswa Indonesia di Turki dapat berkembang, berdaya, dan terus berkarya demi diri sendiri maupun tanah air

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *